Happy Cute Box Dog

Jumat, 04 November 2016

Nama : Amir Fadhil Maghribi

Pendahuluan :

Pengertian manajemen proyek adalah suatu system yang dibuat untuk memudahkan pekerjaan sehingga lebih efisien dan efektif.
Definisi proyek
Proyek didefinisikan sebagai sebuah rangkaian aktifitas unik yang saling terkait untuk mencapai suat u hasil tertentu dan dilakukan dalam periode waktu tertentu pula (Chase et al., 1998). Menurut PMBOK Guide (2004) sebuah proyek memiliki beberapa karakteristik penting yang terkandung di dalamnya yaitu
·         Sementara (temporary).
·         Unik artinya bahwa setiap proyek menghasilkan suatu produk, solusi, service atau output tertentu yang berbeda-beda satu dan lainnya.
·         Progressive elaboration adalah karakteristikp royek yang berhubungan dengan dua konsep sebelumnya yaitu sementara dan unik. Setiap proyek terdiri dari langkah-langkah yang terus berkembang dan berlanjut sampai proyek berakhir. Setiap langkah semakin memperjelas tujuan proyek.

Siklus hidup proyek

proyek memiliki tahap – tahap untuk mencapai keberhasilan dari proyek itu sendiri, berikut siklus – siklus nya :
1. Riset dan pengembangan (R&D) Tahap penelitian pasar akan produk yang diinginkan pasar, pembuatan model dan desain, pembuatan produk
 2. Pengenalan ke Pasar Mulai dilempar ke pasar, melihat bagaimana tanggapan pasar terhadap produk baru yang dimunculkan
 3. Tumbuh Tahap di mana produk mulai mendapatkan pembelian secara meningkat dari konsumen.
4. Matang Tahap ini ditandai jumlah penjualan yang sudah mencapai maksimal dan sulit untuk dinaikkan lagi. Ini sebagai kelanjutan dari tahapan tumbuh sebelumnya. Perusahaan tinggal menjaga agar tahap in i bisa berlangsung lama karena penambahan volume penjumlahan tidak mungkin lagi dilakukan.
5. Penurunan Setelah tahap matang berakhir, maka penjualan produkb isanya akan mengalami penurunan (deteriorasi).
6. berakhir Tahapan terakhir adalah ke tika produk tidak lagi dibeli oleh konsumen. Siklus hidup produk akan berakhir, tidak diproduksi lagi. Sesudah itu akan dimulail agi siklus hidup ni i dengan kegiatan R&D




Berikut grafik siklus dari  proyek

Dalam siklus hidup produk ini, sumbu-x menandakan tahap-tahap perkembangan suatu produk . Sedangkan sumbu-y menunjukkan pengeluaran biaya. Pada tahap awal diperlukan banyak biaya untuk investasi . Manajemen Proyek-Konsep dan lmplementasi 
Selanjutnya ketika produk sudah dilempar ke pasar, akan ada pemasukan. Walaupun tidak setiap produk mengikuti tahap seperti ini,namun umumnya pola perkembangan produk mempunyai siklus yang mirip.
Siklus-siklus ini merupakan pola terjadinya suatu proyek
Sedangkan proyek juga memiliki yang di namakan tahap – tahap proyek berikut tahap –tahapnya
·         Tahap Konsepsi
·         Tahap Perencanaan
·         Tahap Eksekusi
·         Tahap Operasi


 Berikut grafik nya

Organisasi Proyek

 Jika suatu perusahaan sudah cukup berkembang maka dibentuk organisasi yang bertugas untuk mengkhususkan bidang- bidang menjadi suatu bagian khusus agar lebih terstruktur.
Secara umum terdapat beberapa dasar penyusunan struktur organisasi, yakni:

• Berdasar produk Misalkan perusahaan General mempunyai pembagian organisasi berdasarkan produknya sehingga perlu dibentuk beberapa divisi seperti General Motor, General Food dan General electric.
• Berdasar lokasi Beberapa perusahaan BUMN membagi organisasinya berdasarkan wilayah regional seperti Telkom Devisi Regional Jawa Timur atau Nokia untuk wilayah Asia dan lain-lain.
• Berdasar proses Beberapa perusahaan mungkin membagi organisasinya berdasarkan proses pembuatan produk. Misalnya organisasi dibagi menjadi departemen pengecoran, pengelasan dan finishing.
• Berdasar pelanggan Misalkan perusahaan A membagi divisi produksi susu bayi dan susu dewasa untuk melayani pelanggan anak-anak dan dewasa.
 • Berdasarkan Fungsi Perusahaan membagi organisasinya berdasarkan fungsi-fungsi seperti keuangan, personalia, produksi dan lain-lain.



Tim Proyek

pengertian tim proyek adalah semua personil yang tergabung dalam organisasi pengelola proyek. Ada personil fungsional dari organisasi induk, ada juga personil yang menjadi inti dari tim. Tim inti hanya bertanggung jawab ke manajer proyek, sedang kan personil fungsional melapor kepada kedua atasan, yakni manajer fungsional dan manajer proyek.
Bagian-bagian tim proyek

Manajer Proyek

 Peran Manajer Proyek Dalam proyek peran Manajer Proyek sangat penting dan menjadi sentral, di mana tanpa adanya MP maka tidak akan ada manajemen proyek. Peran yang dimiliki seorang MP adalah sebagai integrator, komunikator, pembuat keputusan, motivator, enterpreneur dan agen peubah.

Anggota tim proyek

·         Contract Administrator terlibat dalam penyiapan proposal, negosiasi kontrak.
·         Project Controller Tugas project controller adalah membantu manajer proyek dalam perencanaan, pengendalian, pelaporan, dan evaluasi.
·         Project Accountant Membantu pekerjaan akuntansi dan finansial kepada manajer proyek, membantu mengidentifikasikan tugas yang perlu dikendalikan, menyiapkan estimasi biaya untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu, menginvestigasi masalah-masalah finansial.

.



Minggu, 09 Oktober 2016

REVIEW JURNAL MANAJEMEN RISIKO TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN FRAMEWORK ISO 31000 (STUDI KASUS: SISTEM INFRASTRUKTUR TI TELKOM INDONESIA)





MANAJEMEN RISIKO TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN FRAMEWORK ISO 31000 (STUDI KASUS: SISTEM INFRASTRUKTUR TI TELKOM INDONESIA)

Oleh : Nazruddin Safaat H

                               
Pendahuluan :

Di dalam dunia kerja sangatlah dibutuhkan yang namanya manajemen ,yang manajemen sendiri artinya adalah mengatur atau menangani suatu urusan secara terstruktur. Pokok materi  jurnal yang akan saya bahas adalah “manajemen risiko teknologi dgn menggunakan framework iso 31000” dengan studi kasus nya  sistem infrastruktur PT Telkom Indonesia. Analis yang digunakan menggunakan framework iso 31000:2009 Framework ini mempertimbangkan risiko TI sebagai bagian integral dari kerangka risiko perusahaan. Penelitian pada jurnal ini menggunakan data sekunder dari laporan tahunan dan situs perusahaan yang akan diteliti. 
PT Telkom mencoba untuk menerapkan teknologi informasi ke perusahaannya agar tercipta tata keloloa perusahaan yang lebih baik lagi. Namun penerapan TI tidak semerta – merta mendapat hal yang baik namun memungkinkan terjadi resiko ,baik resiko internal maupun external. Hal ini dikarenakan TELKOM merupakan perusahaan perseroan terbatas yang berkedudukan di Indonesia,oleh karena itu pengaruh politik dapat berpengaruh atau berdampak terhadap kondisi perusahaan. Maka pt Telkom menggunakan standar manajemen resiko yaitu iso 31000 yang diambil dari data – data perusahaan tahun 2009,PT Telkom juga menggunakan Prinsip Enterprise Risk Management (ERM) sebagai tool untuk membantu perusahaan dalam mengelola dan memitigasi risiko. Jurnal ini menyajikan permasalahan manajemen risiko terutama yang berhubungan dengan masalah infrastruktur yang berada di wilayah industri PT TELKOM.

1.       Enterprise Risk Management (ERM) Konsep ERM

ERM bertujuan  untuk meningkatkan kinerja sebuah organisasi atau perusahaan dengan cara yang lebih holistic. Dengan keberadaan dari konsep ERM, banyak organisasi terutama perusahaan yang melaksanakan bisnis, bisa mendapatkan manfaat dengan mengaplikasikan konsep ERM di dalam organisasi mereka. ERM merupakan tool yang bertujuan mengevaluasi kinerja perusahaan dengan menggunakan variable –variabel organisasi atau perusahaan yang biasanya ditangani oleh direktur organisasi atau perusahaan yang bersangkutan.


2.       Framework Manajemen RisikoISO31000


ISO 31000 Risk Management-Principle and Guidelines on Implementation” adalah keluarga standar internasional pedoman penerapan manajemen risiko yang diterbitkan oleh International Organization for
Standardization (ISO). Standar yang diterbitkan pada 13 November 2009 ini merupakan pengembangan standar AS/NZS 4360:2004 yang dikeluarkan oleh Standards Australia (ISO, 2011).

Kelebihan ISO 31000:2009 dibandingkan dengan framework lain (Leo, 2011):

3.       Kemudahan dalam menerapkan

4.       Lingkup penerapan ISO 31000 lebih general
5.       ISO 31000 bukan untuk sertifikasi

6.       ISO 31000 telah diadopsi oleh banyak negara
                                                                   TUJUAN

Jurnal ini bertujuan untuk Menangani permasalahan yang terdapat pada PT TELKOM Dengan menggunakan pendekatan ERM, yang berguna untuk menangani berbagai resiko yang terjadi selama perusahaan berjalan baik resiko internal dan eksternal agar tercapainya tujuan PT telkom untuk menjadi ,Perusahaan penyedia layanan informasi terdepan juga untuk menciptakan kondisi keuangan yang baik dan untuk memperkokoh bisnis.  ERM Bertujuan untuk memetakan berbagai masalah yang ada di perusahaan dan melakukan penanganan secara bertahap sesuai dengan jenis masalahnya. Seperti dengan mengevaluasi dan menganalis resiko – resiko yang terjadi dengan menggunakan studi kasus yang ada.

                                             METODE PENELITIAN 

Metode penelitian pada jurnal ini dengan mengevaluasi dan menganalisis resiko yang terdapat pada perusahaan dan melakukan penelitian terhadap kasus – kasus yang terjadi di perusahaan dengan mengambil studi kasus pada perusahaan PT. Telkom Indonesia, Tbk. Data yang diambil dari laporan tahunan 2007,2008,2009 serta 2010, dari berbagai website perusahaan serta situs lainnya yang relevan dengan permasalahan yang dianalisis. Kasus – kasus yang di analisis seperti contoh kasus yang terjadi pada infrastruktur pt Telkom
Contoh :
Telkom rugi Rp18 miliar akibat bencana banjir.

PT Telkom Tbk mengklaim mengalami kerugian sekitar Rp15 miliar sampai Rp18 miliar akibat musibah banjir yang melanda Jakarta.Dirut PT Telkom Tbk Arwin Rasyid mengatakan kerugian tersebut meliputi potensi pendapatan dari interkoneksi sebesar Rp1 miliar-Rp1,6 miliar (incoming), pendapatan Speedy Rp300 juta-Rp500 juta, serta kerusakan rumah kabel senilai Rp500 juta-Rp1 miliar. kerugian dari sisi abonemen yang harus dibayarkan kepada pelanggan ritel, sebagai kompensasi atas terjadinya kerusakan jaringan Telkom, sebesar Rp4 miliar sampai Rp5 miliar (PT. Telkom, 2007).
Dari kasus ini maka penulis jurnal dapat menganalis dan memetakan hal hal yang dapat terjadi selama penerapan TI pada perusahaan,dan cara – cara untuk menganganinya. Dengan menggunakan framework iso 31000:2009

        HASIL & PEMBAHASAN 

Perusahaan Telkom merupakan salah satu perusahaan penyedia telekomunikasi terbesar di Indonesia. Oleh karena itu sangatlah penting untuk melakukan manajemen resiko terhadap perusahaanya. PT TELKOM sesungguhnya telah melakukan manajemen resiko namun dalam operasionalnya masih ada berbagai resiko yang terjadi. Pt Telkom dapat melakukan langkah – langkah seperti menentukan konteks  agar PT TELKOM tau hubungan yang terjadi antara perusahaanya dengan sasaran yang ingin dicapai oleh perusahaan tersebut seperti hubungan infrastruktur dengan pelanggan. Lalu dengan Assesment risiko yang meliputi
1.       identifikasi resiko yang terjadi pada perusahaan ,

2.         Analisis Analisa risiko bertujuan untuk memahami risiko lebih dengan pembahasan yang lebih dalam lagi. Hasil dari analisa risiko akan menjadi input untuk evaluasi risiko sebagai dasar untuk memperlakukan risiko. Metoda yang digunakan dalam paper ini adalah Analisis sebab akibat. Tujuan dari analisis sebab akibat lebih berfokus untuk mengenali sumber risiko dan mengapa suatu risiko terjadi. Diagram fishbone /diagram Ishikawa digunakan untuk menggambarkan analisa sebab akibat dengan membuat peta penyebab – penyebab suatu akibat.


3.       Evaluasi risiko Tujuan dari evaluasi risiko adalah membantu proses pengambilan keputusan berdasarkan hasil analisis risiko.




                                                          KESIMPULAN

Manajemen resiko dengan menggunakan framework iso 31000:2009 dapat membantu untuk mengatasi resiko – resiko yang terjadi pada perusahaan,dan membantu untuk mengambil keputusan –keputusan dalam penganan suatu resiko yang terjadi,asalkan selalu dilakukan monitoring atau pengawasan terhadap segala kasus – kasus yang terjadi selama berjalannya operasional perusahaan baik di infrastruktur maupun dalam internal perusahaan.


DAFTAR PUSTAKA
·         

nazarudin safaat, MANAJEMEN RISIKO TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN FRAMEWORK ISO 31000 (STUDI KASUS: SISTEM INFRASTRUKTUR TI TELKOM INDONESIA) tahun 2011.